Kamis, 10 Maret 2016

RAISED WITH HIM

RAISED WITH HIM

“In Him we live, move and have our being.” -ACTS 17:28

Before my father married my mother and conceived me, he was in a serious automobile accident. Had my father died at the age of sixteen, I would have died also, because I was still in my father. His death would have been my death; and not my death only, but also the death of my children, and their children, all the way down the line. We would have all died together with him, having never even lived. But his life, his survival, his overcoming the accident was just as much my life, my survival, and my overcoming.

Spiritually speaking, this is similar to what God has done for us by placing us in Christ. Christ was crucified, dead, buried, resurrected, ascended, and seated; and since we were in Him when it all happened, God considers it to have happened to us as well. We who are His children now share in the very life of Christ, and each of us bear witness to the resurrection and overcoming of Christ. When God raised Him from the dead, He raised us from the dead as well.


Source: “Embrace the Cross” by Chip Brogden
http://www.chipbrogden.com/books/embrace-the-cross


Like this? Share your comments:
http://chipbrogden.com/march10



I am your brother,



Chip Brogden
http://ChipBrogden.com

See With My Eyes


See With My Eyes

My child, when you look at an impossible situation, you may only see the possibilities of reality, however, do you not know that in my eyes, what is possible is defined by my hand, not the world?
For when a storm threatened the disciples, Jesus stilled the storm with one command. When the multitude was hungry, a little boy's lunch fed them all. Know that anything with Me, is possible! So my child, come to me with all your questions, your burdens, and your problems and let me show you how your situation can change in an instant when you see your circumstances with my eyes.
See that I have made you a warrior and conqueror and that I have given you weapons of warfare that the world does not understand. So see the world with my eyes my child and go out to conquer the land that I have given you in boldness and power!

Selasa, 08 Maret 2016

GO INDONESIA



GO INDONESIA

Tuhan mengamanatkan bagi setiap orang percaya untuk “PERGI DAN MENJADIKAN SEMUA BANGSA MURIDNYA”. Kita mengenal perintah ini sebagai Amanat Agung,

Mat 28:19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Mat 28:20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Namun sayangnya bagi kebanyakan orang Kristen hal ini hanya sebatas pengetahuan atau ayat hafalan saja. Ingatlah bahwa Tuhan tidak terkesan pada banyaknya pengetahuan kita akan Alkitab maupun banyaknya ayat yang kita hafal. Sebab IA menghendaki ketaatan kita. Ingat Iblis merupakan malaikat Tuhan sebelum jatuh dalam dosa dan ia mengetahui setiap firmanNya tetapi ia tetap memberontak. Begitu pula para ahli Taurat pada zaman Tuhan Yesus, mereka memiliki pengetahuan akan Tuhan tetapi tidak mengenal Tuhan Yesus saat IA datang dan ada dimuka bumi. Tuhan bukan saja ingin kita mempelajari kebenaran..... Mengetahui kebenaran ...... Tetapi terlebih lagi IA menghendaki ketaatan kita untuk hidup dalam kebenaran.

Perintah ini diberikan oleh Tuhan dan Raja atas hidup kita. Salah satu barometer kita sebagai anak dan murid Tuhan adalah ketaatan kita terhadap setiap perintahNya. Dan ini merupakan Amanat Agung...... Amanat terakhir sebelum Tuhan Yesus terangkat ke surga. Bila kita sungguh-sungguh beriman dan mengasihiNya, kita juga akan serius menanggapi panggilan ini.

Menuntaskan amanat ini bukan hanya tugas beberapa orang saja..... Bukan hanya tugas pendeta atau mereka yang memiliki jabatan penginjil TETAPI ini merupakan perintah Tuhan bagi setiap orang percaya. Kami mengajak setiap anak Tuhan untuk secara giat mencari wajahNya dan menemukan tujuan hidup kita selama hidup di dunia ini. Tujuan hidup itu akan selaras dengan amanat agungNya. Menjadi terang dan garam dunia, sebab Kristus (Terang Dunia) itu tinggal di dalam kita.

Terlibatlah dalam kelompok kecil pemuridan, dimana kau bisa belajar dan bertumbuh di dalam Tuhan, berakar kuat di dalam DIA dan menghasilkan buah kebenaran. Membawa pemulihan bagi orang-orang di sekitar kita..... Membawa dampak di lingkungan kita tinggal bahkan berkat bagi kota..... Bangsa..... Bahkan lebih jauh lagi bagi bangsa-bangsa. Tetapi langkah kecil itu harus diambil....... Jadilah murid Kristus yang belajar untuk mentaati setiap perintah Tuhan melalui kuat kuasa kasih karuniaNya yang datang daripada Roh Kudus. Roh Kudus akan membawa kita dalam pengenalan akan Kristus secara lebih dalam dan memberikan kemampuan untuk mentaati perintah-perintahNya.

1Yo 2:6  Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Bila anda belum menemukan kelompok pemuridan atau di gereja Anda belum ada pemuridan, mari kami mengajak anda sekalian untuk belajar bersama-sama dengan kami untuk menanggapi panggilan Tuhan ini menuntaskan Amanat Agung. Mari semua teman-teman yang memiliki hati untuk bertumbuh bersama dalam Tuhan, mari kita rapatkan barisan dan mengerjakan panggilan kita di dalam tubuh Kristus.

Ini merupakan saatnya bagi setiap anak Tuhan tersadar dan bangkit sebagai murid Kristus...... Terutama sebagai bangsa Indonesia..... Ini merupakan saatnya bagi bangsa kita untuk bangkit dan terlibat aktif dalam melaksanakan amanat agung Tuhan kita, masih ada ratusan suku terabaikan di Indonesia. Mereka belum mengenal Kristus, ini saatnya kita bertindak merebut mereka dari kuasa kegelapan. Jangan biarkan seorang pun binasa, mari kita menjadi saksiNya dan memuridkan mereka. GO INDONESIA...... GO.....GO.....GO. Ayo bangkit murid-murid Kristus di bumi INDONESIA....... GO INDONESIA..... GO INDONESIA.

Mengapa kau tinggalkan kasihmu yang mula-mula?



Sebuah Surat Dari Bapa

Mengapa kau tinggalkan kasihmu yang mula-mula?

Mrk 12:28  Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
Mrk 12:29  Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Mrk 12:30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Mrk 12:31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Dosa telah merusak hubungan kita dengan Bapa Surgawi. Itulah sebabnya mengapa dosa seharusnya dicabut dan disingkirkan jauh-jauh dari kehidupan kita. Dosa harus dibenci dan ditolak mampir dalam kehidupan kita. Tujuan dosa adalah mencuri satu hal yang paling vital bagi kita, yaitu persekutuan yang intim antara kita dan Tuhan. Tujuan dosa adalah untuk memisahkan kita dengan Tuhan, Juruselamat kita.
Di dalam Tuhan Yesus, kehidupan kita disempurnakan. Kita harus mengejar keakraban dengan Tuhan. Mengenal Dia dan berjalan bersamaNya harus menjadi tujuan kita yang terutama, prioritas pertama hidup kita, pusat fokus, perhatian dan kerjakeras kita.

Vance Havner berkata,”persyaratan utama untuk menjadi seorang misionaris bukan mengasihi jiwa-jiwa, sebagaimana sering kita dengar, melainkan mengasihi Kristus dengan cinta mula-mula.
Jadi apapun yang kita kerjakan entah itu berdoa, mempelajari Alkitab, bersaksi bagi Kristus, memuridkan, menyembah, berkhotbah, mengajar, melayani, memberi bahkan sebagai anak atau orangtua...... Semua harus mengalir dari hati yang mengasihi Tuhan. DIA adalah sumber kekuatan kita, Dialah motivasi kita, Dialah dasar kita yang teguh.

Why 2:2  Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
Why 2:3  Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
Why 2:4  Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
Why 2:5  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Gereja Tuhan dapat meninggalkan persekutuan yang erat dengan Tuhan, selagi mereka bekerja keras untuk DIA, sambil menjaga kemurnian moral dan doktrin mereka.
Inilah yang harus kita lakukan apabila kasih kita kepada Yesus mulai dingin. Kita harus memperbarui hubungan kita dengan DIA! Kita harus menyediakan waktu yang berkualitas untuk bersekutu denganNYA, mencurahkan segenap isi hati kita padaNYA di dalam doa, dan menceritakan kepadaNYA segala pikiran dan beban yang memberatkan hati kita. Kita mengangkat suara kita kepadaNYA dalam pujian dan penyembahan, menyanyikan lagu-lagu pujian yang memiliki kesan mendalam bagi kita saat melewati tahun-tahun yang sulit, serta menyatakan kasih kita kepadaNya melalui ucapan syukur dan puji-pujian. Di saat itulah, kita memenuhi pikiran dan hati kita dengan firmanNYA, merenungkan kebenaranNYA, mempelajari kepribadianNya, menerima berkat dariNya, serta bertumbuh dalam pengetahuan dan kasih karunis. Inilah waktu yang paling baik bagi kita untuk mengingat kembali kasih kita yang mula-mula dan membangun kembali keakraban dengan Tuhan. Manakala Tuhan menggerakkan hati kita, maka kita akan membagikan iman kita pada mereka yang belum mengenal DIA.
Matthew Henry menyatakan, Kita harus berbalik kepada Allah dan melakukan kembali hal-hal yang dahulu mereka lakukan. Merek harus mengulangi segalanya dari awal, naik selangkah demi selangkah, sampai mereka tiba di tempat pertama kali mereka salah mengambil langkah; mereka harus berusaha keras untuk menghidupkan dan menyalakan kembali api semangat, kelembutan, serta keseriusan mereka. Selain itu, mereka harus sungguh-sungguh berdoa dan berjaga-jaga, sama seperti yang mereka lakukan ketika mereka untuk pertama kalinya hidup di jalan Tuhan.

Tuhan berjanji untuk mendekat kepada orang yang mendekat kepadaNYA (Yak 4:8). John Bunyan menyatakan, ketika kita mengambil langkah untuk kembali pada Tuhan, maka Tuhan pun akan melangkah semakin dekat kepada kita. Sekaranglah waktunya untuk menjadi pemburu Tuhan dengan segenap kekuatan kita. Perburuan ini menuntut kekudusan hidup kita. Oswald Chambers menyatakan,Kekudusan adalah karakteristik dari seorang yang rindu menyentuh hati Tuhan. Jika kita mendekat pada Tuhan maka dosa pun akan menjauh dari kita. MP Horban berkata,”Kesucian sejati berbicara mengenai bagaimana kita dapat belajar menikmati persahabatan dengan Tuhan.” SEgala sesuatu mengalir dari pengenalan akan Tuhan, mengenal DIA merupakan inti hidup kekal.
KIta akan bertemu Tuhan muka dengan muka, itulah seharusnya menjadi tujuan hidup kita. Tidak ada sukacita dan kepuasan yang lebih besar dan indah daripada merasakan kasih Tuhan secara langsung. Tidak lama lagi kita akan berjumpa denganNYA secara pribadi. Kita harus mengembangkan persekutuan yang akrab dengan DIA secara pribadi. Segala kebaikan kita harus lahir dari DIA.
Menjadi seperti DIA adalah inti dari kekudusan itu sendiri, untuk itu dibutuhkan tekad serta kemauan untuk bersekutu dan mengenal DIA.
Tatkala hati kita menyala-nyala, maka Yesus adalah segalanya bagi kita. KIta hanya dapat bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik hanya jika kita tinggal di dalam pokok anggur yang benar, yaitu Kristus sendiri (Yoh 15:1-9).
Sekaranglah waktunya untuk menyalakan kembali api cinta yang mula-mula.

Your Loaves and Fishes


Your Loaves and Fishes

When the little boy offered his lunch of loaves and fishes to Me, he had no idea that it would feed a multitude. This is what happens when you offer me what you have my child. You may see what you have in your hands is of little worth, but it it is not what you have, but the heart in which you offer it to Me.
For I never have intended for you to come to Me with great gifts and ability. I never wanted anything more than what you give to me from your heart. For whatever that is given to me in faith and love, I can touch and increase one thousand fold.
So no matter how incapable, untalented or poor you think you are, the greatest thing you have to offer me is all of you. Have I not called the weak and the foolish to do great things for my kingdom? So come to Me in all your foolishness and experience my hand upon each and everything that you do. Let us do mighty things together!

THE KEY TO ULTIMATE VICTORY

THE KEY TO ULTIMATE VICTORY

“Peter remembered the word of Jesus who had said to him, ‘Before the rooster crows, you will deny Me three times.’ So he went out and wept bitterly.” -MATTHEW 26:75

Jesus was not surprised or disappointed when Peter failed. In like manner, He is not surprised or disappointed when you fail. Rather, He is waiting for you to fail so you will be reduced to Him. He has no illusions about you and He knows you through and through. He knows however much your spirit may be willing, your flesh is weak. Our weakness is not the trouble – the trouble is our unwillingness to acknowledge the weakness.

But I bring you good tidings of great joy, dear Christian friend! This failure of Self is the very key to living the Christian life. As painful as it is, the bitter tears of failure provide the water for nurturing the Precious Seed that is planted in your heart of hearts and making it grow. To despair of ourselves is the very key that opens the door to all the power, the victory, and fruitfulness in Christ that we seek.


Source: “Embrace the Cross” by Chip Brogden
http://www.chipbrogden.com/books/embrace-the-cross


Like this? Share your comments:
http://chipbrogden.com/march6



I am your brother,


Chip Brogden
http://ChipBrogden.com

Keep Walking With Me


Keep Walking With Me

My child, when I called you to this journey, you looked at the world with eyes of wonder and possibility. Now that you have been on the path for a while, you may be wondering why where you are now has no resemblance to where you thought you were going.
Do not doubt your call, or the path that I have called you to, because though you may not understand the season you are in right now, know that it is only a curve in the same road that I have set your feet upon.
For every twist and turn will come with unexpected challenges and obstacles, however, each one, whether you succeed or fail is filled with opportunities to see my hand work powerfully on your behalf, and also to rise up beyond what you thought you were capable of. Trust in where I am leading you, and know that every dream that I have showed you will come to pass.
I am preparing you for the challenges and obstacles of the road far ahead of you, so do not get discouraged or despair. Keep your eyes on me and trust that as you finally encounter the situations that will come before you, you will be prepared and you will overcome and stand in victory. So enjoy this journey, for each of its valleys and mountaintops, and keep walking with Me!