Kamis, 27 November 2008

Tuhan tak pernah memandang muka


Tuhan tak pernah memandang muka

Janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka (Yakobus 2:1b)

Saat orang pertama kali mendengar namaku, acapkali mereka berasumsi bahwa aku adalah seorang asing dari negeri seberang akibat namaku yang kebarat-baratan. Namun lalu mereka jadi kecewa sebab ternyata aku adalah seorang anak Indonesia keturunan Eropa bukan orang Eropa sesungguhnya. Terlebih saat mereka tahu aku hanyalah seorang pelayan Tuhan bagi kaum miskin dan orang terbuang. Wah, orang yang tadinya begitu semangat menerima kami untuk beberapa saat, tiba-tiba mengundurkan diri dan pura-pura tidak mengenal kami. Mungkin mereka kecewa sebab kami bukan orang Eropa, yang diidentikan dengan pelayan Tuhan dengan “dompet tebal” atau kecewa sebab ternyata kami tidak memiliki pelayanan besar dengan fasilitas lengkap. Kami hanyalah keluarga hamba Tuhan yang hendak melakukan kehendak Bapa bagi generasi kami.
Dulu mungkin kami akan sangat kecewa dengan perlakuan mereka yang menyebut diri “saudara seiman” atau “rekan di ladang Tuhan”. Namun kini kami tidak mau terlalu fokus pada pandangan manusia. Pandangan manusia dapat mengecewakan, sebab acap kali manusia memandang muka. Puji Tuhan, Ia bukan hanya memandang muka tetapi Ia memandang dan menyelidiki hati manusia.
Bagaimana dengan anda? Anda pernah mengalami peristiwa dimana anda dikecewakan, dipandang sebelah mata, dihina, dll? Anda tidak sendirian, kami pernah mengalaminya dan juga masih banyak orang di luar sana yang melaluinya.
Pertama, mengucap syukurlah sebab meskipun orang menghina anda, di mata Tuhan anda tetap berharga dan merupakan biji mataNya. Penilaian manusia acapkali salah, tetapi penilaian Tuhan terhadap diri anda tidak mungkin salah.
Kedua, Tuhan ingin kita belajar agar kita pun menghargai sesama manusia sebagaimana diri kita sendiri. Bila kita telah merasa terhina, maka kita tahu betapa menyakitkan diperlakukan seperti itu. Tuhan mengajarkan agar kita membalas kejahatan dengan kebaikan, lebih lagi Ia mengajarkan untuk melakukan terhadap orang lain apa yang kita inginkan orang lain perbuat bagi kita.
Ini semua proses agar kita makin matang dan dewasa dalam Dia. Mengucap syukur atas segala proses kehidupan ini.

Doa: Tuhan, kami memberkati setiap orang yang pernah merendahkan kami. Terimakasih atas tiap proses dalam kehidupan kami ini. Amien.

FT: Yakobus 2:1-13

Tidak ada komentar: