Selasa, 07 Oktober 2008

DUNIA LAIN


DUNIA LAIN (HALLOWEEN & ASTROLOGI)


Halloween sejak beberapa tahun ini telah menjadi acara yang dinanti-nanti dan diminati oleh kawula muda kota-kota besar. Banyak sekali yang menganggap tidak apa-apa mengikuti acara ini hanya untuk sekedar “fun” saja namun sebenarnya ada yang lebih dalam lagi mengenai Helloween bukan hanya sekedar menonton film horror, berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain untuk mendapatkan kue, permen dan coklat , berkostum ala vampire atau mummy atau penyihir dll.
Selayaknya bagi kita sebagai anak-anak Tuhan untuk tidak langsung mengikuti suatu trend tanpa mempelajari dahulu apa makna dibalik trend tsb.
Maka kita akan sama-sama belajar saat ini apakah sebenarnya Helloween itu, darimana asal-usulnya dan apakah Helloween layak diikuti oleh seorang anak Tuhan.

Halloween = upacara persembahan kepada dewa kematian

Kata Halloween sebenarnya merupakan istilah yang berasal dari kata All Hallow ‘s Eve atau All Hallow’s Day. Istilah ini muncul pada tahun 835 Masehi yang mulanya ditujukan untuk memperingati “orang-orang suci” yang jatuh pada tanggal 1 November.Dalam Ensiklopedi Britannica menyebutkan bahwa Halloween dan upacara sejenisnya telah ada sebelum kekristenan dikenal.
Dalam catatan sejarah gereja Eropa tercatat bahwa Halloween telah menjadi sebuah perayaan yang istimewa bagi nenek moyang suku Kelt (Orang Keltik).Suku ini merupakan bangsa Arya pertama yang datang dari Asia ke tanah Eropa dan menghadirkan keyakinan terhadap bermacam-macam dewa alam.
Mereka memiliki kemiripan dengan agama Hindu. Di dalam suku ini terdapat kelompok Druid, yang sama kedudukannya dengan Kasta Brahma dalam agama Hindu. Bangsa Kelt dan kelompok Druid ini hidup di Irlandia.
Suku Kelt ini memiliki tiga dewa besar, Dewa Binatang (dlm Hindu, Pasupati); Dewa Matahari (dlm Hindu, Savitri) dan Dewa Kematian (dlm Hindu Samhain).Bagi Dewa Binatang maupun Dewa Matahari digambarkan sebagai manusia bertanduk, upacara bagi keduanya diperingati pada tanggal 1 Mei. Sedangkan bagi Dewa Kematian diperingati pada tanggal 31 Oktober.
Secara khusus, sekte ini merayakan ketiga dewa itu dalam bentuk festival yang biasanya jatuh pada musim dingin dan menyertakan manusia sebagai persembahannya. Menarik untuk dicatat bahwa pelaksanaan upacara ini dilakukan di bawah naungan pohon besar (biasanya pohon oak) atau di dalam lingkaran batu-batu. Ada banyak bangunan lingkaran batu di daerah Inggris dan Eropa barat. Yang paling terkenal adalah Stonehenge di Salisbury Plain,Wiltshire,Inggris. Dan terdapat bukti-bukti nyata bahwa pengorbanan manusia umum dilakukan di tempat tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan diketemukannya 350 lebih kuburan yang berada disekitar tempat tersebut.
Dua karakteristik utama dari upacara Halloween adalah penyalaan api unggun (yang dikenal dengan bonfires) dan kepercayaan bahwa pada malam Halloween (31 Oktober) tersebut roh-roh dan hantu dari orang mati serta penyihir-penyihir bergentayangan.
Setiap 1 November, Para Druid mengadakan festival besar untuk merayakan pergantian musim serta mengucap syukur untuk hasil panen. Pengikut Druid juga percaya bahwa festival ini (31 Oktober) Dewa Kematian yang disebut Saman akan memanggil roh-roh jahat yang selama 12 bulan sebelumnya (dari tanggal 1 November tahun sebelumnya sampai 31 Oktober tahun berikutnya) dikutuk untuk mendiami tubuh binatang-binatang. Jadi sangat jelas Halloween merupakan suatu upacara keagamaan Druid. Bahkan sampai saat ini di beberapa daerah di Irlandia, setiap 31 Oktober dirayakan sebagai hari Oidhche Shamhna. Upacara Halloween ini juga mirip dengan upacara keagamaan Romawi kuno untuk menghormati Dewa Pamona yang dirayakan setiap 1 November.
Sebagai catatan, Dewa Kematian Druid dikenal dengan nama Saman, Shamhan,Samana, Shamhain, atau Samhain. Kita mengenal sosoknya sebagai Malaikat Pencabut Nyawa, budaya yang lebih modern menyebut dia, Grim Reaper atau Malaikat Maut, yang digambarkan sebagai hantu berbentuk kerangka dengan jubah dan membawa arit besar ditangannya.
1 November dikenal juga sebagai hari raya tahun baru Bangsa Kelt. Hari tersebut disebut sebagai hari kematian karena pada hari itu suhu udara turun dengan drastis, daun-daun pohon berguguran dan malam lebih panjang dari siang. Mereka percaya bahwa Dewa matahari mereka, yang bernama Muck Olla, berkurang kekuatannya dan Dewa Kematian,Saman, menjadi lebih berkuasa. Mereka percaya bahwa pada hari itu Dewa Kematian memanggil roh-roh jahat keluar dari tubuh hewan-hewan yang mereka diamiselama 12 bulan sebelumnya. Dipercayai bahwa untuk menyenangkan Saman, dan mencegah roh-roh jahat tersebut melukai orang-orang yang masih hidup, maka para pendeta Druid mengadakan upacara penyembahan berhala dimana hewan, ternak, dan bahkan manusia dikumpulkan dalam sebuah kandang dan kemudian dibakar sampai mati.
Mereka juga meyakini bahwa 31 Oktober merupakan malam tahun baru mereka, yang notabene menandai awal musim dingin.
Para penganut Druid percaya pada “malam tahun baru” ini, mereka yang terdiri atas hantu, roh jahat, para tukang sihir, Gobins atau roh pengacau serupa manusia buruk rupa, kucing hitam, peri-peri dan segala makhluk yang mengerikan akan berkeliaran malam itu untuk menghormati Dewa Kematian.
Suku Kelt ini percaya bahwa pada malam itu “semua hukum ruang dan waktu dihentikan selama satu hari, sehingga memungkinkan dunia roh berbaur dengan dunia manusia yang masih hidup”. Menurut keyakinan kepercayaan mereka ini, pada suatu hari roh-roh gentayangan dari semua manusia yang telah mati sepanjang tahun akan kembali mencari tubuh manusia untuk disusupi. Mereka meyakini bahwa hal ini merupakan satu-satunya cara untuk menjalani hidup sesudah kematian.
Mereka yang mempercayai hal tersebut, dan tidak ingin disusupi atau dirasuki roh jahat, pada malam 31 Oktober para penduduk setempat memadamkan api di rumah mereka, dengan harapan badan mereka menjadi dingin dan tidak diinginkan oleh para roh jahat tersebut. Kemudian mereka akan berpakaian ala hantu dan berpawai dengan gaduhnya di sekitar tempat tinggal mereka seramai mungkin untuk menakut-nakuti roh-roh jahat yang mencari tubuh-tubuh untuk dirasuki. Sekelompok kecil orang Druid mengenakan kostum, berjalan dari rumah ke rumah menyatakan permintaan mereka dengan ancaman yang menakutkan. Dan menaruhkan benda-benda berupa lentera dari labu yang diukir seperti wajah orang yang sedang menyeringai dan diberi lilin di dalamnya.Terkadang lilin itu terbuat dari lemak manusia dan pintu-pintu ditetesi darah manusia.Orang-orang yang berjalan ini meminta uang yang tak lain sebagai persembahan untuk setan.

ASTROLOGI, APAKAH ITU?

Astrologi merupakan ilmu yang mempelajari pergerakan benda-benda langit seperti matahari, bulan, planet-planet dan bintang-bintang, yang dipercaya membawa pengaruh kepada kehidupan seseorang, dan berhubungan dengan kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupan orang itu. Astrologi mencoba mengungkapkan peristiwa apa yang telah dialami seseorang dan meramalkan masa depan orang itu dengan cara meneliti letak dan gerakan relatif benda-benda di langit. Astrologi bukan saja meramalkan masa depan seseorang tetapi juga meramalkan karakter atau keberuntungan orang itu.
Ilmu astrologi tidak didasarkan pada prinsip-prinsip ilmu pengetahuan (scientis), pada prakteknya astrologi memakai ilmu pengetahuan sejati astronomi untuk memperlajari benda-benda langit. Para ahli astrologi menganggap langit sebagai sebuah lingkaran besar yang disebut zodiak dan terbagi menjadi duabelas bagian yang sama besar.
Duabelas lambang zodiak yang banyak dikenal orang itu adalah: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Di samping itu astrologi juga mengenal 7 lambang untuk benda langit, yaitu Saturnus, Yupiter, Mars, Matahari, Venus, Merkurius, dan Bulan. Gambar peta langit merupakan salah satu diagram astrologi yang berbentuk lingkaran dan terbagi dalam 12 sektor sesuai dengan zodiak. Dalam tiap sektor tercantum berbagai kondisi kehidupan; seperti: harapan dan persahabatan, kemitraan, kematian dan warisan, persaudaraan, layanan dan kesehatan, pengetahuan dan keuangan, dsb. Diagram tsb digunakan untuk mengemukakan suatu horoskop.
Astrologi berasal dari Mesopotamia daratan di antara Sungai Tigris dan Eufrat, daerah asal orang Babel kuno(kini Irak Tenggara). Astrologi berkembang sejak zaman pemerintahan Babel kuno, kira-kira tahun 2000 S.M. Waktu itu para ahli astrologi hanya mengenal 5 planet, yaitu Yupiter, Mars, Merkurius, dan Venus. Ramalan zodiak merupakan bukti perkembangan ilmu ini.Asalnya Zodiak dikembangkan di Mesir, kemudian 1000 S.M. diambil alih oleh orang Babel.
Charles Strhumer, seorang ahli astrologi yang telah bertobat menyatakan,” Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa ketika mereka berpaling kepada astrologi, mereka sebenarnya berpaling meminta nasihat dari dewa-dewa zaman dulu yang dipuja dalam agama yang bersifat politheisme.”
Astrologi nampaknya ilmiah, buku astrologi banyak berbicara tentang pengaruh planet-planet dan bintang-bintang dalam kehidupan umat manusia. Namun apabila kita membaca teksnya secara mendalam, kita akan menyadari bahwa kita bukan sedang menafsirkan planet-planet, melainkan menafsirkan dewa-dewa yang diberi nama sesuai dengan nama-nama planet.Dikatakan bahwa planet Saturnus dapat mempengaruhi orang-orang berbuat jahat dan menimbulkan hal yang menegangkan.Namun sifat-sifat itu bukan milik suatu planet namun Dewa Saturnus dari mitologi Romawi Kuno yang digambarkaan sebagai kekuatan pada zaman purba yang menakutkan dan jahat.
Astrologi bukanlah astronomi, astrologi mempergunakan ilmu astronomi dan menggabungkannya dengan mitologi Yunani dan Romawi kuno.Sistemnya bukanlah berdasarkan pada sifat-sifat fisik dari planet-planet itu tetapi pada perbedaan-perbedaan, sifat-sifat dan batas-batas yang sangat buruk dari setiap dewa dalam lingkungan politheisme astrologi.

BAGAIMANA KITA MENYIKAPINYA?

Untuk dapat menyikapi segala sesuatu yang terjadi maka kita gunakan standar yang tak pernah salah yaitu Alkitab. Rasul Petrus berkata,”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaumaum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”(1 Petrus 5:8). Rasul Paulus berkata pada jemaat di Tesalonika,”Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”(1 Tesalonika 5:21)
Di dalam Perjanjian Lama, kitab Ulangan 12:29-32 , “ Apabila Tuhan,Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya, maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan,Allahmu; sebab segala sesuatu yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenciNya, itulah yang dilakukan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka. Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.”
Referensi baca juga Ulangan 13:1-18.

Tidak ada komentar: