Jumat, 27 Februari 2009

PANGGILAN UNTUK IKUT MENDERITA


PANGGILAN UNTUK IKUT MENDERITA

Bacaan Firman Tuhan: 2 Tim 2:1-13

1.Jadi kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
2.Apa yang telah engkau dengar, percayakan pada orang yang dapat dipercayai, yang cakap mengajar orang lain.
3.Ikutlah menderita sebagai:
Prajurit yang baik, tidak memusingkan diri sendiri, diperkenan komandan.
Olahragawan yang baik yang mau peroleh mahkota, bertanding menurut aturan.
Petani yang bekerja keras.

Ad.1.
Jadi kuat di dalam bahasa asli “Jadilah dikuatkan terus menerus”.
Oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus, artinya “ terjaminnya pertolongan ilahi bagi semua yang bersatu dengan Kristus.”
Arti secara umum dari “kasih karunia” adalah “kebaikan Allah yang tanpa pamrih”. Dengan kata lain walaupun kita adalah orang berdosa yang seharusnya dihukum, Allah memandang kita dalam kasihNya dan mengampuni kita. Namun ini pun baru setengah dari arti sebenarnya. Kasih karunia pun berarti “Kuasa Allah yang memberi kemampuan” (2 Tes 2:16-17).
Kasih karuniaNya membuat kita diterima sebagai keluarga Allah (Ef 2:8,9)
Kasih karuniaNya memberi kita kuasa untuk hidup dalam Kristus. (Ef 1:5-6)
Dasar dari kasih karunia ini terus menerus menyertai perjalanan kita dengan Allah. Di dalam segala keadaan di kehidupan kekristenan kita adalah kasih karunia Allah yang menyebabkan kita bertumbuh dan menjadi kuat. Kuasa Allah yang mempunyai kemampuan itu diberikan pada kita tanpa imbalan apa-apa dari pihak kita (2 Ptr 3:18)

Ad.2.
Apa yang telah kita dengar, pelajari, teliti dan renungkan; ajarkan pada orang lain (Flp 4:9, 1 Tim 4:11-16). Ajarkan pada siapa? Pada para murid atau orang-orang yang kita bawa pada Tuhan Yesus (mat 28:19-20, Yoh 17)

Ad.3.
Turut ambil bagian dalam penderitaan Kristus:
a.Prajurit; teladan Yosua (Yos 1:6-9), Hukum perang (Ul 20:1-20)
b.Olahragawan; petinju (1 Kor 9:26-27), atlit lari (1 Kor 9:24-26a)
c.Petani; bekerja keras mengharapkan hasil (Mzm 126:5-6, Yak 5:7-8)

Ayat 11-12, jika kita mati dengan Dia, kita akan hidup dengan Dia. (Pikul salibmu setiap hari, Luk 9:23, 1 Yoh 2:15-17, Gal 5:24-25)

Jumat, 20 Februari 2009

UCAPKAN SYUKUR DALAM SEGALA HAL


UCAPKAN SYUKUR DALAM SEGALA HAL

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tes 5:18)

“Mie lagi…mie lagi.” Sampai kapan harus makan mie instant? Kesulitan ekonomi yang kami alami menyebabkan kami harus bijak berbelanja. Itulah keluhanku saat akan menyantap makan siang di rumah. Gerutuan keluar dari mulutku dan mulai mempertanyakan kebaikan dan pemeliharaan Tuhan. Sampai mataku menatap keluar jendela rumah dan menatap seorang pengemis yang tengah mengorek tempat sampah. Ia mengais sampah dan memakan makanan yang ia temukan dengan lahap.
Kutertempelak seketika itu juga. Sungguh sikapku persis bangsa Israel yang tidak tahu terimakasih atas pemeliharaan Tuhan saat mereka berada di padang gurun pada masa Musa. Tuhan sudah menyediakan roti manna dan burung puyuh untuk mereka santap setiap hari. Namun mereka tetap mengeluh dan menggerutu, bahkan menyatakan ingin kembali ke Mesir. Bangsa Israel merupakan bangsa yang dipilih Tuhan, mereka telah menyaksikan mujizat demi mujizat yang dasyat. Mereka telah dibebaskan dari bangsa yang berabad-abad telah memperbudak mereka. Sayangnya bukan mengucap syukur malah lebih sering menggerutu bahkan memberontak. Ironis sekali, kita pun sering melakukan hal yang sama dengan mereka.
Sudahkah kita pada hari ini mengucap syukur atas apa yang telah Ia berikan? Berhentilah mengeluh dan mulailah melihat kebaikan Tuhan atas hidup kita. Jangan fokus pada masalah kita, fokuslah pada Tuhan Yesus yang senantiasa memelihara kita. Ia akan mencukupkan kita dengan caraNya, sebab itu ucapkan syukur.

Doa: Tuhan ajar kami mengucap syukur atas segala kebaikanMu. Amien.

Firman Tuhan: 1 Tesalonika 5:16-18

Kamis, 19 Februari 2009

TUHAN SUMBER KEKUATANKU


TUHAN SUMBER KEKUATANKU

NAMA TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat (Amsal 18:10)

Baru saja satu masalah selesai, baru saja kami hendak mengambil nafas kelegaan untuk sesaat. Tiba-tiba masalah lain datang lagi. Ada dua pilihan yang dapat kami lakukan, fokus pada masalah dan mengomel atau fokus pada Tuhan dan mengucap syukur atas apa yang telah terjadi.
Berapa banyak diantara kita yang sering mempertanyakan, mengapa ujian dalam hidup ini terus menerus datang bagai ombak yang siap menggulung kita? Seperti saat Petrus berjalan di atas air, saat ia mulai melihat sekelilingnya dan takut. Maka ia pun mulai tenggelam, namun saat Ia berseru Tuhan mengangkatnya.
Bila kita melihat masalah maka kita akan ditenggelamkan oleh hal tersebut, namun bila kita memilih untuk fokus pada Tuhan. Ia akan membuat anda berjalan “di atas air”, sesuatu yang nampak mustahil akan terjadi bagi kita.
Saat orang-orang melihat kami selalu tersenyum dan bersukacita, mereka berpikir kami memiliki banyak uang atau dapat rezeki nomplok atau mujizat besar lainnya. Bila mereka mendengar masalah yang kami hadapi, acap mereka terheran-heran. Bagaimana mungkin kalian dapat melalui itu semua dan tetap tersenyum optimis? Sebab kami fokus pada Tuhan Yesus dan Ia adalah sumber kekuatan & sukacita kami.
Anda sedang dalam masalah? Jangan fokus pada masalahmu, fokus pada Yesus yang sanggup untuk menyelesaikan masalahmu. Ia akan beri jalan keluar bagi setiap masalah kita. Bukalah dirimu padaNya dan izinkan Ia membebat hati yang terluka. Izinkan Ia mengkoreksi dirimu dan membentuk dirimu sesuai rencanaNya. Berlarilah pada Yesus.

Firman Tuhan: Matius 14:27-32

Doa: Tuhan, Kau adalah sumber kekuatan kami. Tolong kami pada hari ini untuk senantiasa fokus padaMU dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan ini. Amien.

SAAT SEGALA SESUATU TIDAK SESUAI HARAPAN


SAAT SEGALA SESUATU TIDAK SESUAI HARAPAN

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (Yes 55:8)

Keuangan mulai menipis, usaha yang kami rintis pun merugi dan lamaran kerja sudah dilayangkan keberbagai perusahaan. Tentu sebagai anak Tuhan kita tidak lupa berdoa untuk masalah ini. Namun sepertinya “tidak ada jawaban”. Sampai suatu hari tiba-tiba telpon di rumah berdering,”Ah ternyata salah satu perusahaan dimana aku sempat melayangkan lamaran mau mengadakan interview.” Aku bergembira, sebab kupikir inilah jawaban Tuhan atas pergumulan finansial kami.
Saat hendak berangkat ke tempat interview, kuhitung-hitung uang yang kumiliki. Uang itu cukup untuk biaya putraku untuk sekolah selama beberapa hari ke depan. Tempat interview itu cukup jauh sekitar 6 kilometer dari rumah kami. Untuk menghemat uang kuputuskan untuk berjalan kaki kesana siang itu, peluh menetes saat mendekati kantor itu, segera aku mengeringkan keringat dengan saputanganku. Interview diadakan dan semua berjalan lancar dan aku optimis sekali dapat bekerja di tempat tersebut.
Pihak kantor menyatakan akan mengabarkanku dua tiga hari, namun setelah tiga bulan lebih baru mereka mengabari bahwa mereka belum dapat menerimaku.
Timbul keheranan dalam diriku, semua berjalan baik dalam interview, pihak kantor puas dengan hasil interview dan aku juga termasuk dalam kualifikasi yang mereka harapkan. Lalu apalagi?
Rancangan baik saya maupun anda, belum tentu rancangan Tuhan. Ia sangat mengasihi kita dan ia akan menuntun kita memasuki rancangan-rancanganNya yang sempurna. Sebaiknya kita serahkan seluruh hidup kita dalam rencanaNya yang sempurna.

Doa: Tuhan, kami seringkali tidak tahu kemana harus melangkah namun kami tahu secara pasti bahwa Kau perduli dan mengasihi kami. Pimpin dan tuntun kami masuk dalam rancanganMu yang sempurna. Amien.

Firman Tuhan: Yesaya 55:6-9

APAPUN YANG TERJADI TUHAN PEMELIHARA KITA


APAPUN YANG TERJADI TUHAN PEMELIHARA KITA

Janganlah kuatir….(Mat 6:25)

Baru saja kami pindah di kota Bandung, sebagai keluarga pelayan Tuhan yang dipanggil untuk merintis pelayanan dan gereja baru. Kami memulai pelayanan baru ini dengan “iman” tanpa sokongan bantuan dari organisasi mana pun. Kami percaya bahwa Tuhan akan mencukupi segala kebutuhan kami.
Sampai suatu hari kami mengalami saat dimana kami kehabisan uang. Apapun yang terjadi kami memutuskan untuk tidak kuatir. Satu hari berlalu, dua hari berlalu, tiga hari berlalu…tidak ada tanda-tanda terobosan keuangan bagi kami. Tiga hari sudah kami hanya minum air putih, kami sekeluarga berpuasa termasuk putra kami yang berusia 8 tahun. Kami merasa bersalah padanya, sampai putra kami berkata,”Papa..Mama..jangan kuatir, kita khan sama-sama doa dan puasa, Tuhan pasti tolong kita.” Air mata menetes di wajah kami, mengucap syukur bahwa putra kami yang masih kecil memiliki iman pada Tuhan.
Pada hari yang ketiga, menjelang malam hari, kami mendapatkan telpon dari “salah seorang anak rohani” yang memberkati kami sejumlah uang.
Dengan hati yang penuh ucapan syukur kupergi mengambil uang dan membeli segala kebutuhan dapur. Tuhan adalah PEMELIHARA kami.
Ada kalanya Tuhan izinkan kita melalui “lembah kekelaman” agar kita dapat melihat apa yang ada dalam lubuk hati kita. Sering kali kita katakan Tuhan itu baik, Dia Tuhan yang memelihara kita dan kita tidak perlu kuatir. Namun bilamana anda mengalami ujian seperti di atas, masihkah anda dapat mempercayai Dia? Mengucap syukur atas semua yang telah terjadi dan mengatakan Dia baik?
Bila sesuatu terjadi seizin Tuhan, Ia pasti punya tujuan yang kekal untuk membentuk karakter kita.

Doa: Tuhan ajar kami mengucap syukur atas segala sesuatu yang telah Kau berikan pada kami. Amien

Firman Tuhan: Matius 6:25-34

Ah Hanya luka kecil!


“AH…HANYA LUKA KECIL!”

“Jangan menjauh…dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit…”(Ibrani 12:15)

Beberapa bulan lalu, saat kutengah makan di sebuah restoran, sikut tanganku bersinggungan dengan tembok yang kasar hingga terkelupaslah kulit tanganku di bagian sikut. Ada luka di situ namun saat kuamati, aku berbicara dalam hatiku,”Ah..hanya luka kecil.” Aku acuh saja dengan luka tersebut dan tidak segera mengobatinya.
Keesokan harinya, aku terkejut sebab ternyata luka itu bernanah,”Sangat menjijikkan.” Dibutuhkan waktu 3 minggu hingga luka tersebut sembuh, seandainya aku bertindak dan tidak meremehkan luka kecil tersebut, aku tidak perlu menanggung rasa nyeri akibat infeksi yang terjadi.
Berapa banyak pula di antara kita yang meremehkan luka-luka di dalam hati kita? Saat seseorang menyakiti kita dan kita berkata,”Ah..engga apa-apa, aku hanya tersinggung sedikit.” Kita biarkan luka kecil itu bersarang di dalam hati. Sadar atau tidak, luka yang dibiarkan dalam hati akan meluas dan lalu meracuni hidup kita. Hingga kita menjadi seorang yang pahit hati terhadap sesama.
Bagaimana kondisimu hari ini? Masih adakah “luka-luka kecil” dalam hatimu? Ayo, jangan biarkan luka itu menyiksamu, cepat serahkan pada Tuhan. Bila kita tidak serahkan, luka itu dapat menjadi akar pahit dalam dirimu. Bila luka tersebut sudah berakar dalam dirimu maka penanganannya pun akan jadi lebih menyakitkan. Seandainya luka kecil itu sudah bersarang dalam hatimu, jangan ragu, datang pada Tuhan sebab tidak ada kata terlambat dan mustahil di hadapan Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, di hari yang baru ini kubawa tiap luka yang menyayat kalbuku, aku tidak mau hidup dalam kepahitan, aku mengampuni mereka yang telah melukaiku dan memberkati mereka. Amien

Firman Tuhan: 1 Yoh 4:15-21

Rabu, 11 Februari 2009

DUKUNG DOA UNTUK RENCANA CAMP "FATHER HEART & SONSHIP"


DUKUNG DOA UNTUK RENCANA CAMP “FATHER HEART & SONSHIP”

Eagles Nest Online Bible School bekerjasama dengan pelayanan Zoe Ministries Malaysia akan mengadakan sebuah camp pada bulan Mei 2009 ini di kota Bandung. Dimana camp ini akan dilayani oleh Pr Christopher K, pendiri dari Zoe Ministries Malaysia. Beliau sejak tahun 1995 telah menjadi mentor dan bisa saya katakan juga sebagai “ayah rohani” yang menghidupi apa yang beliau ajarkan.
Pr Christopher K, merupakan seorang juara Karate Malaysia di era tahun 70-an dan juga guru Kick Boxing, beliau telah malang melintang mengikuti kejuaraan dunia Karate sampai bertemu dengan Tuhan Yesus. Beliau berlatar belakang agama Hindu, bertobat dan bertumbuh hingga lulus dari sebuah Seminari Baptis. Beliau mengalami kepenuhan Roh Kudus dan lalu merintis gereja berlatar Kharismatik bernama The Tabernacle. Hingga pada akhir tahun 1990-an, Tuhan memanggil beliau untuk memperlengkapi gereja Tuhan di seluruh dunia. Beliau melepaskan gereja yang beliau gembalakan pada “murid” yang selama ini membantu pelayanan, dan beliau sekeluarga mulai memberkati bangsa-bangsa. Selain menjadi berkat bagi negaranya, Malaysia, beliau telah memberkati Indonesia, Singapura, Thailand, India, Selandia Baru, Rusia, Inggris, Skotlandia dll. Lebih lanjut dapat mengakses http://zoeministries.blogspot.com .

CAMP “FATHER HEART & SONSHIP” bukan “hanya” sekedar acara camp biasa, namun kami berdoa agar setiap peserta camp kembali mengalami pemulihan hubungan dengan Bapa surgawi. Ada begitu banyak “pelayan Tuhan” yang terluka di dalam pelayanan namun tidak tahu harus berbuat apa, ia merasa terjebak di dalam pelayanan. Ia butuh mengalami pemulihan namun di sisi yang lain, ia mengalami dilema, ia takut jemaat atau orang-orang yang dimuridkan tahu kelemahannya. Ia takut “anak-anak rohaninya” menjadi lemah dan tersandung. Hingga akhirnya ia coba bertahan seorang diri.

Brothers and sisters, semua kita punya sisi kelemahan entah secara spiritual, kejiwaan maupun dalam hal disiplin mengendalikan tubuh kita. Bila kita tidak sungguh-sungguh mengalami pemulihan dan “pura-pura” semua baik-baik saja tanpa sadar kita juga dapat melukai jemaat Tuhan maupun orang-orang yang kita muridkan. Mengapa banyak institusi gereja pecah? Mengapa pemimpin gereja saling menjelekkan? Mengapa gereja sulit untuk dapat berjalan seiring? Mengapa gereja ribut untuk hal-hal yang tidak esensi? Mengapa gereja rebutan jemaat? Sebab ada luka dan hal yang belum tuntas dalam hati, selama kita terfokus pada luka dan ego maka sulit kita dapat berjalan seiring. Meski kita beragam(berbeda organisasi, institusi, dll), kita sebenarnya dapat bekerjasama satu dengan yang lain sebagai tubuh Kristus (1 Kor 12-14). Asalkan kasih AGAPE sungguh-sungguh memulihkan kita, semua mata tertuju pada YESUS, kita melakukan apapun untuk Dia maka kita tidak lagi saling berkompetisi dan bersaing namun saling membantu untuk memperlebar Kerajaan Tuhan. Sungguh alangkah indah dan baiknya bila saudara seiman hidup rukun bersama (Mzm 133).

Tujuan camp ini juga bukan untuk mendapatkan peserta sebanyak-banyaknya, sebab kami fokus pada mereka yang sungguh-sungguh mau dipakai Tuhan untuk pemulihan generasi ini, mereka yang dengan segenap hati mereka mau untuk menjadi murid Kristus, mereka yang mau memperluas Kerajaan Tuhan dan mereka yang sungguh-sungguh mau menjadi dampak (terang & garam) bagi bangsanya. Kami tidak mencari “followers” (pengikut) tetapi mereka yang mau menjadi “disciples”(murid) dari Kristus.(Mat 28:18-20, Mrk 16:15-18, Kis 1:8)

Camp ini bukan hanya sekedar mengimpartasikan pengetahuan, namun kami menawarkan “hubungan”. Pemulihan hubungan dengan Bapa Surgawi, sesama dan berjalan dalam otoritas sebagai anak Tuhan, menjadi dampak bagi komunitasnya.

Kerinduan kami adalah seusai camp, setiap orang yang hadir dapat sungguh-sungguh menjadi satu keluarga dalam Tuhan. Dimana setelah kita kembali ke tempat pelayanan masing-masing, kita dapat saling menguatkan dan fungsi tubuh Kristus sungguh-sungguh mengalami pemulihan. A church without any walls….kita semua berfungsi sebagai gereja Tuhan tanpa dibatasi “organisasi gereja kita”, sebab kita adalah gereja (ekklesia) yang merupakan organisme di dalam Kristus.

Dukung doa untuk acara ini terutama tempat di daerah Lembang dan juga dana untuk camp ini. Prioritas bagi para murid Sekolah Alkitab Online namun diluar itu, bila ada yang ingin ikut dapat menghubungi saya. Sebagaimana dijabarkan di atas, bila anda mau menjadi murid Kristus dan mau hidup anda menjadi dampak bagi lingkungan sekitarmu, it’s OK to join us.

Salam pergerakan,


Dave & Novie Broos

The Eagles Nest Ministries (http://3a9l35-n35t.blogspot.com)
Eagles Nest Online Bible School (http://enonlinebibleschool.blogspot.com)
Renungan Kehidupan (http://renungandave.blogspot.com)

Kamis, 05 Februari 2009

BELAJAR PRIORITAS TUHAN YESUS


BELAJAR PRIORITAS TUHAN YESUS

1.Tuhan Yesus lebih suka berdoa seorang diri daripada menonjolkan diri atau mempromosikan diri sendiri (Mat 14:23, Mrk 1:35, 6:46, Luk 6:12, 9:18,28-29)
2.Tuhan Yesus fokus pada pemuridan, menghasilkan murid sebagai suksesor (yoh 17:1-26) bukan kepada berapa jumlah pengikut atau anggota “Jesus Club”.
3.Tuhan Yesus adalah seorang yang sederhana (Mat 8:19-20). Tuhan tidak pernah mengeluhkan fasilitas, Ia tidak memiliki “head office” bahkan rumah pribadi, Ia tidak punya kendaraan pribadi (Mrk 11:2-4), bahkan untuk aksi sosial pun Ia tak punya “persediaan makanan” (Mrk 8:1-10, 6:30-34).
4.Tuhan Yesus adalah seorang yang percaya diri, ia tidak minder saat diremehkan dan tidak pula marah untuk alasan tersebut (Yoh 1:46)
5.Tuhan Yesus mengajarkan “relationship” dan bukan “religion” yang penuh keangkuhan agamawi dan kemunafikan (Mat 23:1-36, Mrk 12:38-40, Luk 20:45-47, 11:37-54)
6.Tuhan Yesus membenci institusi keagamaan yang tidak memberikan makanan bagi “jemaat”. (Mrk 11:12-26)
7.Tuhan Yesus tidak pernah membangun denominasi atau agama baru. Meski Ia bisa (Yoh 6:1-15). Ia tahu orang banyak hanya mau kepuasan jasmaniah.
8.Tuhan Yesus tidak pernah membuat rumus atau pola baku untuk mengadakan kesembuhan ilahi dan kesembuhanNya tidak hanya eksklusif bagi mereka yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Sakit kusta = Mat 8:1-4, Luk 5:12-16, 17:11-19, Mrk 1:40-45
Buta = Mat 9:27-31, 20:29-34, Mrk 8:22-26, 10:46-52, Yoh 9:1-41
Dibangkitkan dari kematian = Yoh 11:1-44, Mat 9:23-26, Luk 7:11-17
Dirasuk setan = Mrk 5:1-20, 1:21-28, 7:24-30, Mat 8:28-34, 12:22-23, 15:21-28, Luk 4:31-37
Lumpuh = Mat 8:5-13, 9:1-8, Mrk 2:1-12, Luk 5:17-26, Yoh 5:1-18.