Senin, 27 Juni 2011

HMMM…. YUMMI


HMMM…. YUMMI
Ujilah aku,ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku (Mazmur 26:2)
Kami saat itu mendapat tugas dari gereja untuk melayani kaum lansia yang sudah tak dapat turut beribadah tiap Minggu. Jadi merupakan tugas kami untuk mengunjungi dan coba untuk menjawab kebutuhan kerohanian mereka.
Hari itu saya dan rekan mengunjungi Oma Beth yang tinggal seorang diri. Saat kami datang beliau sangat senang menyambut kami. Beliau mempersilahkan kami untuk masuk dan lalu berbincang-bincang mengenai banyak hal. Saat saya tengah bercakap-cakap dengan Oma Beth, rekan saya sempat membuat jengkel. Sebab tiba-tiba, ia menyela,”Oma…wah, kacang mente dalam toples ini kelihatan enak sekali. Boleh saya minta?” Oma Beth pun menjawab,”Kalau mau, boleh-boleh saja tapi…..” Belum selesai perkataan Oma Beth, teman saya sudah tancap gas menyantap kacang mente dalam toples itu. “Hmmm..yummi..Bro.” kata teman saya sambil tersenyum. Saya pun kembali berbincang dengan Oma Beth sambil dalam hati kesal melihat kelakuan teman saya yang kurang sopan dan beretika. Beberapa saat kemudian, setelah berbincang cukup lama, tiba-tiba teman saya bertanya lagi,”Oma Beth.. kacang mentenya enak sekali, boleh saya habiskan?” Sambil ia memandang ke arah saya dengan penuh arti dan tersenyum. Dalam hati saya menggerutu,”Dasar anak asrama, engga bisa lihat makanan enak, main sikat aza.” Oma Beth menjawab,”Oh makan saja, Oma sudah ompong, tidak bisa makan kacang mentenya.” Wah, seolah mendapat angin surgawi teman saya langsung tancap gas menghabiskan kacang mente itu. Lalu Oma Beth tersenyum pada saya,”Iya…Oma khan sudah tua dan ompong, jadi setiap kali anak atau cucu bawa coklat Silverqueen (coklat kacang mente)…Oma hanya bisa mengemut coklatnya sedang kacang mentenya Oma tidak bisa makan, jadi Oma kumpulkan dalam toples. Sayang dibuang….eh benar saja ternyata ada yang suka. Puji Tuhan, bisa jadi berkat.” Saya lirik wajah teman saya yang kini tidak karuan wajahnya.
Seringkali kita melayani pekerjaan Tuhan tidak dengan hati yang tulus. Kita melayani dengan hati yang licik, kita berpikir dengan melayani kita akan mendapat pujian, keuntungan materi dan agenda-agenda terselubung. Tuhan menguji hati kita dan pada hari akhir akan tampak pelayanan siapa yang sejati dan mana yang dipenuhi ambisi pribadi. Layanilah Tuhan dalam takut akan Tuhan.
DOA: Tuhan, ampunilah kami yang seringkali melayaniMU dengan hati yang tak tulus. Amien.
Firman Tuhan: Mazmur 26:1-12

Tidak ada komentar: