Senin, 28 Juni 2010

MAMA TUA - MIJN OMA









MAMA TUA
Magdalena Naomie Soselisa Broos adalah Oma-ku. Kupanggil beliau “Mama tua”. Semua bermula kala kumasih kecil, kala Mama-ku harus berjuang sebagai “single Mom” bekerja di sebuah perusahaan. Maka kutinggal di rumah di bawah pengasuhan Oma-ku…..kala itu aku bingung….sebab di rumah ada dua orang Mama. Tiap hari kudengar Mama dan Oom-ku memanggil Oma-ku “Mama”….maka aku pun mulai memanggil Oma-ku…MAMA. Tiap kali kupanggil MAMA, terkadang baik Mama-ku maupun Oma-ku..menengok ke arahku….hingga akhirnya agar tidak ada kebingungan….kupanggil Oma-ku…MAMA TUA.
Aku pernah mengecap masa-masa indah bersama Oma-ku…kuingat bagaimana setiap hari kami pergi ke pasar….pasar Cihapit merupakan salah satu pasar favorit Oma-ku….kuingat bila Mamatua dengan teliti membeli daging sapi untuk ia masak beef steak….”Daging binnen has masih segar ya Mang?” biasanya Oma-ku bertanya pada pedagang daging di pasar sambil ia amati dan pegang daging beef tersebut. Kadang beliau membawaku bermain di Taman Pramuka….di Taman Bermain Lalu Lintas atau Kebun Binatang Bandung…..kalau melintas kandang Keledai…Oma-ku selalu salah mengucapkan antara keledai dengan kedelai….hahaha.
Mama tua bukan sekedar Oma bagiku tetapi ia figur seorang mama yang luar biasa dimana kubisa berbagi, belajar, bermain dan lain sebagainya….bagiku ia merupakan figur seorang mama yang sempurna. Hingga Mama tua bahkan menganggap diriku sebagai “anak bungsu”nya…bukan cucunya.
Sayang sekali pada tahun 1978, kala World Cup diadakan di Argentina saat itu, Mama tua mengambil keputusan untuk pergi ke negeri Belanda dan menetap di sana. Beliau melihat bahwa hari depan dan hari tuanya lebih terjamin di negeri Kincir Angin, negeri leluhur Opa-ku, Weynand Broos. Beliau berupaya untuk berjuang untuk dapat membawa kami pula ke negeri Belanda. Sayangnya segala daya upaya selama bertahun-tahun itu gagal total akibat Opa-ku pernah menolak kewarganegaraan Belanda. Opa-ku meski pun orang Belanda tetapi beliau lahir di kota Jepara hingga beliau merasa bahwa Indonesia-lah tanah kelahirannya sedang Oma-ku sejak awal mengambil kewarganegaraan Belanda.
Aku merasa sedih dan terpukul sebab aku kehilangan Mama tua-ku tercinta…..teman-ku berbagi…mama-ku yang selalu ada di sana setiap kali kubutuhkan…..kini ia tiada denganku…ia kini tinggal sangat jauh dariku…..SEDIH…..KEHILANGAN…..TAK BERDAYA…..semuanya bercampur aduk dalam benak kecilkku pada tahun 1978 di bandara Halim Perdana Kusuma saat itu.
KINI 2010…..beberapa minggu lalu aku mendapatkan e-mail dari sahabat Mama tua, Gre Sonderman yang menyatakan bahwa kemungkinan besar Oma-ku akan tutup usia dalam waktu dekat….kesehatan dan kebugarannya semakin merosot…….beberapa hari lalu Mama tua menelponku….sudah setahun terakhir ini kami tak pernah bertegur sapa…..kusenang sekali mendengar suaranya….kuingin sekali menemaninya untuk terakhir kalinya…tapi apa daya pendapatanku sebagai pendeta “kaum terbuang” tidak memungkinkan aku untuk pergi ke negeri Belanda. Mama tua telah berbicara dengan pendeta setempat dan mempersiapkan acara pemakamannya……SEDIH…..KEHILANGAN….TAK BERDAYA….sekali lagi meliputi diriku….apakah kini kuharus bersiap kehilangan MAMATUA….selamanya……????
Tiba-tiba ayat ini datang ke dalam benakku….”Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah tahta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:16-17)
MENGAPA KESEDIHANKU HARUS BERLARUT-LARUT? Bukankah tempat terbaik adalah bersama dengan Tuhan? Suatu hari kelak bila kita memang anak Tuhan maka kita pasti akan berkumpul kembali SELAMANYA. Mungkin tahun 1978, aku pernah terpisah oleh tempat….kini mungkin aku harus berpisah karena waktu…..TAPI….aku akan bertemu dan bersama MAMATUA suatu hari kelak…bersama dengan TUHAN YESUS….SELAMANYA.
TUHAN YESUS….AKU SANGAT MENGASIHI MAMA TUA…DALAM BATHINKU KU TAK RELA BERPISAH DENGANNYA….TETAPI BUKAN KEHENDAKKU…HANYA KEHENDAKMULAH YANG JADI….SEBAB KAU TAHU YANG TERBAIK BAGI KAMI SEMUA…..AMIEN.

Tidak ada komentar: