Kamis, 04 September 2008

JANGAN....BANG!!!!


JANGAN….BANG

Tuhan, Allahku, kepadaMU aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku (Mazmur 30:3)

Liburan panjang sekolah merupakan saat yang menyenangkan bagi setiap pelajar. Juga bagiku saat itu, rencana liburan ke rumah saudara sepupuku di luar pulau terbayang akan menjadi hari-hari yang menyenangkan. Bermain dan berlarian di pantai yang berpemandangan indah, ombak putih yang belum tercemar sampah dan polusi lainnya. Berfoto-foto ria dengan saudara-saudaraku, pasti akan menjadi liburan yang penuh kenangan indah.
Acara liburan itu diawali sesuai dengan rencanaku, sampai suatu malam saat kutertidur akibat keletihan seharian bermain di pantai. Kurasakan ada tangan-tangan yang menggerayangi tubuhku, apa yang terjadi? Kulihat salah seorang sepupu laki-lakiku, melakukan hal yang tidak senonoh pada tubuhku. Ingin rasanya kuberteriak,”Jangan Bang!” Namun mulutku seperti terkunci, dan di tengah kegelapan malam itu, aku menangis dan terluka dalam batin. Liburanku berantakan dan aku telah dilecehkan saudaraku sendiri. Sejak kejadian itu aku menjadi seorang yang tertutup, kehilangan keceriaan dan membenci pria. Tiap kali ada pria menyatakan cinta padaku, kuselalu mempermainkan perasaan mereka dan lalu memutuskannya. Aku ingin membalas dendam pada kaum pria.
Tanpa tersadar luka dalam batin ini, mempengaruhi hubunganku dengan Tuhan. Sulit rasanya berseru pada Tuhan sebagai Bapa. Dalam pandanganku, Bapa merupakan identitas pria…dan seorang pria telah melecehkanku, sejak kejadian itu aku menganggap setiap pria adalah bajingan. Saat aku terluka dan sulit mengampuni para pria, Tuhan mengintervensi hidupku dan menyatakan kasihNya dalam sebuah acara doa malam. Di situlah aku bukan saja dilawat namun kutersadar bahwa aku harus melepaskan pengampunan pada saudaraku itu dan tidak semua pria seperti itu. Malam itu, aku berseru pada Tuhan,” Bapa, aku mengampuni saudaraku itu, sanggupkan aku ya Tuhan untuk mengampuni dengan tulus. Ini tiap luka yang ada dalam hatiku kuserahkan padaMu dan sembuhkanlah.” Setelah berdoa, ada kelegaan besar, rasanya beban berat yang selama ini ada dalam diriku terangkat.
Anda pernah mengalami pelecehan entah secara fisik, verbal atau apapun yang seperti itu? Datanglah pada Tuhan sebab hanya Dia yang sanggup memulihkanmu.

Doa: Tuhan, hari ini aku mengampuni orang yang telah melecehkanku. Pulihkanku dari tiap luka yang ada dalam hatiku. Amien.

FT: Mazmur 62:6-9

Tidak ada komentar: