Minggu, 16 Oktober 2016

DUKUNG KAMI DALAM DOA



Hasil gambar untuk putus sekolah
DUKUNG KAMI DALAM DOA

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (Matius7:12)

Wajah lesu dan senyuman yang dipaksakan tampak saat kubertemu rekan sekerjaku saat kuberkunjung ke rumahnya pagi itu. Saat kami tengah berbincang tiba-tiba muncullah anaknya yang duduk di kelas 5 SD. Lalu kubertanya pada temanku itu,”Anakmu tidak sekolah, sedang sakit?” Ia lalu menjawab,”Beberapa bulan terakhir ini kami sedang kesulitan keuangan dan tidak dapat membayar SPP. Lalu pihak sekolah “meliburkan” putra kami hingga kami dapat melunasi tunggakan SPP. Dukung kami dalam doa, ya brother.”
Sedih rasanya mendengar pergumulan yang dialami rekan-rekan sekerjaku di ladang misi, mayoritas bukanlah pendeta ternama dengan jemaat banyak. Mereka adalah sekumpulan hamba Tuhan yang memberi diri untuk melayani kaum yang terbuang, melayani mereka yang sama sekali belum dijangkau. Tekanan dan permasalahan bukan saja datang dari ladang pelayanan tetapi juga dari kebutuhan hidup. Banyak di antara mereka yang merasa mau menyerah namun setiap kali mereka mau undur, Tuhan mengingatkan mereka akan panggilanNya.
Ucapan dukung dalam doa, merupakan kata klise, dari permohonan bantuan. Baik bantuan dari Tuhan maupun kita sebagai sesama saudara seiman. Pertama-tama bila ada seseorang yang meminta dukungan doa, pastikanlah bahwa kita sungguh-sungguh berdoa bagi permasalahan pribadi tersebut. Sebab banyak juga orang Kristen yang tidak mau menolong sesamanya dan bersembunyi dibalik kata yang sama,”Maaf kami hanya bisa membantu melalui doa.” Jadi bila memang kita tidak bisa membantu, pastikan bahwa kita benar-benar berdoa dan bukan sekedar basa-basi.
Hal yang kedua, bila kita dapat menolong permasalahan sesama kita janganlah kita mengeraskan hati. Tuhan mengajarkan, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (Matius7:12). Coba tempatkan diri kita dalam posisi mereka. Tidak cukup merasa kasihan sebab di dalam kasih yang sesungguhnya akan ada tindakan.
Tuhan tidak sekedar memerintahkan kita berdoa tetapi juga menjadi jawaban bagi permasalahan saudara kita. Sebab kita adalah kepanjangan tangan Tuhan di muka bumi. Kita diberkati agar dapat menjadi saluran berkat.

Doa: Tuhan tolong kami memiliki hati yang penuh belaskasihan dan bijaksana. Amin.

Firman Tuhan: Yakobus Yakobus 2:14-18


Tidak ada komentar: