Kamis, 27 Oktober 2016

Sesal yang Terlambat



Hasil gambar untuk eko srimulat
Sesal yang Terlambat

Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:20b)

Saat saya tengah menonton acara TV, saya terkejut ketika mendengar salah satu anggota grup lawak Srimulat tengah bergulat dengan sakit komplikasi. Eko Srimulat merupakan bagian legenda hidup dari grup lawak yang sudah eksis sejak saya masih kecil. Dalam acara tersebut dia menghimbau agar setiap orang menjaga pola makan dan hidup, dia menyesali akibat kelalaiannya kini ia menderita begitu banyak penyakit dan terakhir ini ia mengalami gagal ginjal hingga harus melakukan cuci darah.
Saya pikir bukan saja Eko Srimulat tetapi banyak sekali orang percaya bahkan pelayan Tuhan yang tidak menjaga pola makan. Bila kita dijamu makan, terlebih makanan enak kita lupa untuk menjaga pola makan dan mendahulukan apa yang enak di lidah dan perut. Hingga akhirnya kita jatuh sakit karena rakus, ada yang tiba-tiba kumat darah tinggi, asam urat, jantung, diabetes dan lain-lain. Belajarlah menguasai diri, makanlah secukupnya.
Tuhan menghendaki kita mempermuliakan Dia dengan tubuh kita juga. Tubuh kita merupakan bait atau rumah Tuhan. Selain menjaga disiplin rohani seperti berdoa, membaca Alkitab dan bersekutu dengan saudara seiman. Kita juga harus tetap menjaga kesehatan kita dengan mengatur pola makan, olahraga dan istirahat yang cukup. Hal ini memang terbatas gunanya tetapi diperlukan agar selalu fit dalam tugas pelayanan. Meski pun kita banyak berdoa dan mempelajari Alkitab, kita tidak akan pernah dapat jadi saluran berkat yang optimal bila kita sendiri sakit.
Sebab itu jangan sampai timbul penyesalan setelah sakit parah. Kita bisa belajar dari kasus Eko Srimulat. Harta sebanyak apapun menjadi sia-sia bila kita sakit, banyak orang hartanya habis untuk pengobatan. Saat ini marilah jaga kesehatan dan gunakanlah harta yang ada untuk mempermuliakan Tuhan. Bersyukurlah senantiasa bila saat ini kita masih sehat. Selidiki juga pola hidup kita, apakah ada sesuatu yang perlu dirubah? Jangan biarkan sampai terlambat dan lalu timbul penyesalan.

Doa: Tuhan tolong kami agar kami menjaga “bait”Mu ini demi kemuliaanMu saja.

Firman Tuhan: 1 Korintus 6:9-20

Tidak ada komentar: